"Karena dengan ikut mencoblos, berarti kita menyumbangkan satu suara untuk memimpin suatu daerah
, dengan ikut memilih orang nomor
satu , kita juga menentukan masa depan kita sendiri.
"Karena
yang menarik dari pilkada adalah program kerja atau janji-janjinya.
Kalau yang kita pilih menang, kita akan menagih janjinya," tambah Setia,
yang mengaku bangga kalau jarinya nanti akan berwarna biru oleh tinta
pemilu.
satu
suaranya bakal menentukan masa depan suatu daerah, dan menganggap momen ini
sebagai bukti pendewasaan diri kita
"Suaranya sih cuma kecil, satu suara doang, tapi menentukan siapa pemimpin kita. Aku sih seru aja, bakal bisa menentukan siapa orangnya. Kalau sebagai pelajar senang dan bangga udah dewasa,"
sejatinya kita jadikan sebagai salah satu ikhtiar dalam mencari sosok
pemimpin bangsa yang mampu mengemban amanah dalam rangka mensejahterakan
rakyat. Dalam konteks ini kita sebagai pendidik memiliki kewajiban
moral dalam memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban politik warga
negara kepada para peserta didik yang notabene adalah pemilih pemula.
Jika saja mereka tidak memiliki pemahaman yang baik tentang
proses politik serta gambaran tentang jejak rekam parpol, dikhawatirkan
akan mudah digiring untuk memilih caleg atau parpol tertentu yang
sebenarnya belum tentu mampu untuk mengakomodasi aspirasi mereka. Lebih
jauh lagi, massifnya pemberitaan tentang kasus-kasus korupsi yang
dilakukan oleh kader parpol dikhawatirkan akan membuat remaja bersikap
apatis terhadap politik yang pada akhirnya tidak menggunakan hak
pilihnya alias golput.
Untuk memberikan pengetahuan tentang proses politik tersebut
diperlukan sebuah proses pendidikan politik kepada peserta didik agar
memiliki pemahaman yang utuh. Dan ini bukan hanya tugas dari guru PKN
semata namun tanggung jawab kita semua. Adapun bentuk pendidikan politik
tersebut bisa berupa seminar sehari yang diselenggarakan oleh pihak
sekolah dengan mengundang pihak KPUD setempat dan juga perwakilan dari
beberapa partai politik sebagai nara sumber.
Selain cara diatas, pendidikan politik juga dapat dilakukan
melalui sosio drama yang dilakukan dikelas sehingga pembelajaran menjadi
menarik. Dalam hal ini masing-masing siswa memiliki tugas sesuai dengan
perannya masing-masing. Ada yang yang berperan sebagai penyelenggara
Pemilu atau KPU, sebagai Caleg sampai dengan siswa yang berperan sebagai
juru kampanye maupun sebagai rakyat biasa. Dengan begitu siswa diajak
secara langsung berpartisipasi dalam proses politik. Selain itu tak
kalah pentingnya adalah pesan moral tentang pentingnya proses politik
yang disisipkan dalam kegiatan tersebut.
Jika memungkinkan, dokumentasikan kegiatan tersebut kemudian
upload ke Youtube. Dengan begitu mereka pun akan bangga karena
penampilan mereka dapat disaksikan oleh orang banyak sekaligus dapat
dijadikan inspirasi bagi siswa lainnya. Melalui proses pendidikan
politik secara utuh kepada para remaja, kita berharap mereka tidak salah
dalam menentukan pilihan karena merekalah yang akan menentukan maju
atau tidaknya bangsa ini setidaknya untuk waktu lima tahun kedepan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar